Kamis, 29 Oktober 2009

Komentar atau tanggapan saya mengenai artikel ‘Integritas : Tidak Mudah Tetapi Perlu’

Nama : Riri Amalia
NPM : 20206835
Kelas : 4EB11


Saya setuju dengan artikel ini, bahwa integritas bukan sesuatu yang mudah tapi perlu, karena factor zaman yang semakin berkembang seperti era globalisasi seperti sekarang ini dimana persaingan di berbagai kalangan untuk mencapai sukses semakin ketat yang mengakibatkan akses untuk mencapai sukses yang semakin sulit sehingga membuat sebagian besar orang cenderung menggunakan cara jalan pintas dan tidak tertarik pada integritas. Namun saya ingin menambahkan sedikit, menurut saya sebenarnya integritas mudah saja dilakukan jika seseoarang itu memiliki kadar keimanan yang kuat ( soal sukses atau tidak waullahualam ), karena menurut saya ada beberapa factor pembentuk integritas itu sendiri adalah mudah untuk dilakukan jika memiliki keimanan yang kuat antara lain :

1. Niat yang lurus
Seperti yang Rasul katakan bahwa : sesungguhnya segala sesuatu itu tergantung dari niatnya. Kalau niat kita karena sesuatu atau seseorang maka itulah yang akan kita dapatkan. Jadi untuk memiliki jiwa integritas harus dengan niat yang teguh dan tulus.
2. Berfikir jernih
Allah saw selalu menyuruh kita untuk selalu berfikir positif (Husnuzon), dengan berfikir positif pikiran kita akan menjadi tenang sehingga mampu menganalisa persoalan secara akurat dan mengambil keputusan dengan tepat dan benar. Mengambil keputusan dengan tepat dan benar salah satu criteria seorang yang berintegritas.
3. Bicara benar
Berorientasi pada kebenaran termasuk berbicara benar menjadi criteria integritas, dalam ilmu agama Allah selalu menyuruh kita untuk selalu berkata benar
4. Sikap dan perilaku terpuji
Selain dari ucapannya integritas seseoarang dinilai dari sikap dan tindakannya, berarti orang tersebut memiliki integritas yang tinggi, Dengan kata lain,orang yang memiliki integritas pasti mempunyai sikap yang terpuji dan perilaku yang dapat diteladani. Dalam agama disebut akhlakul karimah ( akhlak yang mulia ), akhlak yang seperti itulah yang dimiliki oleh Rasullah.

Ini adalah sebuah tanggapan, yang jujur saya sendiri belum secara keseluruhan menerapkannya. Jadi mohon maaf jika terdapat kata atau maksud yang menyimpang.

Tidak ada komentar: